1. Boni Shallehuddin

Mengubah Lelah Jadi Lillah | Raih Rezeki Berkah Melimpah Melalui Spiritual Capital

12Oct 2016

Inilah Kenapa Pemimpin dan Pebisnis Sukses Memulai Hari Mereka Jam 04 Pagi

Tahukah anda, saat ini bangun pagi dan memulai aktivitas lebih awal menjadi trend para pemimpin dan entrepreneur sukses. Orang-orang sukses memahami waktu pagi adalah waktu yang paling produktif. Sedangkan orang-orang yang hidup rata-rata atau di bawah itu masih tertidur lelap di pagi hari.

Jam 04 Pagi : Waktu Yang Paling Produktif

Sebuah laporan yang dipublikasikan Wall Street Journal mengatakan, jam 04 pagi adalah waktu yang paling produktif. Alasan di balik meningkatknya produktivitas di jam tersebut di antaranya :

  • Sedikitnya gangguan (seperti anak-anak atau pekerjaan) sebelum matahari terbit
  • Tidak ada orang yang kirim telp/sms/wasap/email di pagi hari
  • Kemungkinan kecil melihat sosial media karena tidak ada yang update status di jam itu

Produtivitas dalam konteks ini tidaklah mesti berhubungan dengan pekerjaan. Tren yang muncul di kalangan para pemimpin dan entrepreneur sukses, pagi hari merupakan “waktu suci” untuk melakukan sesuatu yang memberikan energi. Beraktifitas di pagi hari akan mempersiapkan diri anda untuk sukses di hari itu. Aktifitas yang dilakukan bisa berupa perawatan diri, olahraga, waktu keluarga, pertumbuhan pribadi, membangun spiritualitas dan lain sebagainya.

Berikut ini para eksekutif paling terkenal yang beraktivitas di jam 04 pagi :

  • Tim Cook : CEO Apple memulai rutinitas pagi jam 3:45
  • Sallie Krawcheck : CEO Evellest pernah menulis, ” Saya tidak bisa lebih produktif lebih dari pada jam 04 pagi”
  • Richard Branson : Entreprenenur Milyarder ini bangun pukul 05.00 untuk melakukan latihan dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ia berkata, ” Beraktivitas di pagi hari menempatkan saya dalam kerangka pikiran yang luar biasa sebelum terjun ke bisnis”
  • Michelle Gass : Mantan Presiden Starbucks EMEA (Europe, Middle East, Russia, Africa) menyetel alarm jam 04:30 untuk berolahraga pagi
  • David Cush : CEO The Virgin America bangun jam 04:15 untuk menelpon rekan bisnis di pantai timur, kemudian mendengarkan radio siaran olahraga, membaca koran dan berolahraga

Nabi Saw Mendoakan Keberkahan di Waktu Pagi

Dan ternyata, tidur lebih awal dan memulai aktivitas di pagi hari dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan beliau Saw pernah menyampaikan waktu pagi sebagai waktu yang berkah.  Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Allah mendoakan keberkahan di waktu pagi bagi umat Islam. Secara logika dan fakta, bangun di pagi hari membuat badan kita lebih semangat. Banyak waktu yang bisa kita gunakan lebih produktif. Bangun di pagi hari menjadikan kita bisa melakukan berbagai macam amal shalih : Dzikir, baca al-Quran, membaca/menulis, dan lain sebagainya. Waktu yang digunakan secara produktif itulah menjadikan waktu yang penuh dengan keberkahan.

Yuk! Mulai sekarang bangun komitmen untuk bangun lebih awal, agar lebih produktif dan Allah menganugerahkan rezeki berkah melimpah !

Salam Berkah Melimpah

Boni Shallehuddin

Spiritual Capital Trainer

13Sep 2016

Langkah Tepat Meraih Sukses

Langkah Tepat Meraih Sukses

Hati-hati jika anda melangkah menuju sukses, banyak jebakan menghadang. Di antaranya adalah mengandalkan kemampuan diri untuk sukses dan tidak melibatkan Allah #spiritualcapital

4Aug 2016

Cara Meraih Rezeki Berkah Melimpah

Inilah cara meraih rezeki berkah melimpah – Anda ingin meraih rezeki yang berkah dan melimpah ? Tentu saja semua orang menginginkannya. Bukan hanya keberkahan saja yang dicari, tapi inginnya berlimpah juga. Bukan hanya keberlimpahan saja tapi membuat orang semakin jauh dari Allah, tapi ingin keberkahan dari hartanya pula.

 

Mau Rezeki Berlimpah ?

Banyak orang yang berkata, tidak apa rezeki sedikit, yang penting berkah. Betulkan itu yang diinginkannya ? Apakah itu juga yang diinginkan oleh anda ? Saya meragukannya. Karena Nabi Muhammad Saw pun mengajarkan kepada kita berdoa untuk keluasan rezeki :

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِزْقًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ رِزْقِكَ

Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu rezeki yang luas lagi baik dari rezeki-Mu.

Jika rezeki sedikit, akan sedikit pula peluang kita melakukan berbagai macam amal shalih. Terutama amal shalih yang bermanfaat untuk orang banyak. Bukankah haji dan umroh membutuhkan dana yang tidak sedikit ? Bukankah dakwah dan jihad juga membutuhkan harta yang banyak ? Tidakkah jika anda ingin menolong orang yang lemah dan membutuhkan juga perlu uang yang tidak sedikit?

Maka saya percaya, anda pasti menginginkan rezeki yang berlimpah. Keberlimpahan rezeki menjadikan anda bisa memenuhi apa yang menjadi hak keluarga anda berupa nafkah. Banyaknya harta menjadikan anda orang yang mulia karena tidak meminta belas kasihan pada orang lain dalam urusan harta.

Rezeki yang berlimpah juga bisa menjadi jalan bagi anda untuk menjadi orang-orang yang bermanfaat. Bukankah Nabi Saw pernah bersabda ” Khairunnaas anfa’uhum linnas” , “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat “.

Rezeki yang seret, membuat pikiran anda mumet, peluang kebaikan jadi mampet, membantu orang jadi nggak sempet. he..he…

 

Mau Rezeki Berkah ?

Lantas, apakah berlimpah saja cukup? Ternyata tidak. Rezeki yang berlimpah tapi tidak ada keberkahan di dalamnya, menjadikan pemiliknya semakin jauh dari Allah. Jika tidak berkah, mana mungkin menjadi wasilah untuk taat kepada Allah.

Banyak orang yang Allah berikan keberlimpahan harta tapi tidak ada keberkahan di dalamnya. Hartanya semakin berlipat, tapi semakin jauh dari taat. Itulah istidraj. Apa itu istidraj ? Istidraj adalah jebakan berupa keberlimpahan rezeki.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145).

Allah Ta’ala berfirman,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44)

Syaikh As Sa’di menyatakan, “Ketika mereka melupakan peringatan Allah yang diberikan pada mereka, maka dibukakanlah berbagi pintu dunia dan kelezatannya, mereka pun lalai. Sampai mereka bergembira dengan apa yang diberikan pada mereka, akhirnya Allah menyiksa mereka dengan tiba-tiba. Mereka pun berputus asa dari berbagai kebaikan. Seperti itu lebih berat siksanya. Mereka terbuai, lalai, dan tenang dengan keadaan dunia mereka. Namun itu sebenarnya lebih berat hukumannya dan jadi musibah yang besar.” (Tafsir As Sa’di, hal. 260).

Jadi penting untuk memiliki rezeki yang bukan hanya berkah tapi juga berlimpah.

Ilustrasi Rezeki Berkah Melimpah

Seperti apa Rezeki Berkah Melimpah itu ? Rezeki Berkah itu seperti air jernih, bening, bersih, bebas bakteri, jamur dan logam berbahaya. Air yang dibutuhkan oleh tubuh dan jika diminum membuat badan anda jadi segar bugar dan semangat dalam beraktivitas. Sedangkan rezeki tidak berkah itu seperti air keruh, kotor, banyak penyakit dan logam berbahaya. Jika anda mengkonsumsinya, tubuh anda akan terkena penyakit, anda pun terhalang dalam melakukan aktivitas lainnya.

Rezeki yang berkah didapatkan dengan jalan halal dalam mencarinya. Pekerjaan yang halal, bisnis yang halal. Bebas riba, judi, gharar, produk tidak halal, akad-akad bermasalah, tidak memakan harta orang lain secara bathil dan lain sebagainya. Juga bisnis dan pekerjaan yang dilakukan tidak menjauhkan anda dari Allah, melalaikan anda dari melakukan berbagai macam ketaatan kepada-Nya.

Rezeki berlimpah itu seperti air jernih dan bersih tadi yang ditampung dalam sebuah wadah yang besar. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar wadah tersebut bisa menampung air dalam jumlah yang banyak, berlimpah tanpa mengubah kapasitas wadah penampungnya ? Yes, betul sekali ! Anda mesti membuat keran-keran di bawahnya, sehingga wadah siap menampung air sebanyak apapun karena air tersebut dialirkan melalui keran. Itulah rezeki berlimpah.

Rezeki akan menjadi berlimpah jika rezeki yang anda dapatkan bukan hanya dinikmati oleh diri anda dan keluarga. Tapi rezeki anda dinikmati oleh orang lain melalui infak, shodaqohz, zakat dan lainnya. Itulah yang menjadikan rezeki anda berlimpah.

 

Kesimpulan

Rezeki berkah didapatkan dengan cara mencarinya dengan jalan yang halal, sedangkan rezeki berlimpah dengan menjadikan rezeki yang anda miliki memberikan kebermanfaatan sebesar-besarnya untuk orang lain.

Yuk kita cari rezeki yang halal, dan jadikan rezeki tersebut bermanfaat untuk sesama ! Semoga Allah menganugerahkan kepada anda rezeki berkah melimpah! Allahumma Aaaminnn.

Mau ngobrol sama saya ? Follow twitter : @bonnisc  atau Like saya di Facebook

29Jul 2016

Kunci Membangun Kualitas Kehidupan

Kunci Membangun Kualitas Kehidupan – Di bulan Syawal ini, saya percaya banyak di antara anda yang halal bi halal sekalian reuni dengan teman-teman sekolahnya. Entah dengan teman-teman kuliah atau SMA, atau bahkan teman se-SD atau SMP.

Saat anda bertemu dengan teman-teman anda, coba deh anda perhatikan. Setelah sekian lama tidak bertemu, anda mengingat-ingat kembali seperti apa teman anda dulu dan anda membandingkannya saat sekarang. Tentu banyak perubahan dan perbedaan.

Mari kita lihat hal penting di sini. Anda dan teman-teman anda, sama-sama menghabiskan waktu yang sama setelah lulus sekolah hingga akhirnya bertemu. Lama tidak bertemu, anda melihat perbedaan diri anda dan teman-teman anda. Anda juga melihat perbedaan sesama mereka. Walau waktunya sama, ternyata kualitas kehidupan berbeda satu sama lain. Apa faktor yang menyebabkannya ? Sama halnya dengan anda bekerja di kantor, sama-sama bekerja 8 jam satu hari, mengapa penghasilannya berbeda?

Jika kita tarik lebih jauh lagi, Allah Swt sama-sama memberikan usia yang sama, katakanlah 60 tahun. Mengapa kualitas kehidupan setiap orang berbeda ? Jawabannya ada di firman Allah Swt berikut ini :

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ 

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. al-Mulk : 02).

Dalam ayat tersebut Allah menyampaikan kepada kita, Allah telah menciptakan kematian dan kehidupan yaitu waktu sebagai modal utama. Dengan modal waktu itulah Allah menguji siapa di antara manusia yang paling baik amalnya.

Modal waktu yang Allah berikan kepada manusia relatif sama, 24 jam dalam satu hari. Bagaimana kualitas kehidupan tergantung dari bagaimana manusia itu sendiri memanfaatkan waktu. Maka seperti apa kualitas kehidupan anda, apa yang membedakannya dari teman-teman anda. Bergantung pada tindakan-tindakan yang anda pilih dalam rentang waktu tertentu.

Jika di masa lalu, anda memilih untuk santai, menghabiskan waktu percuma, tidak mengasah skill dan expertise, bergaul dengan orang-orang yang tidak bertumbuh dalam kehidupannya. Maka kehidupan anda penuh penyesalan pada hari ini.

Jika di masa lalu, anda bekerja keras mewujudkan impian, mengembangkan kemampuan, bergaul dengan orang-orang yang positif, produktif dan kontributif. Maka kehidupan anda sekarang bertumbuh sebagaimana yang anda cita-citakan.

Jika di masa lalu anda banyak melalukan perkara yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, senantiasa mendekat kepadanya, hati-hati dalam melangkah agar tidak terjerumus pada murka-Nya. Maka kehidupan anda saat ini penuh rasa syukur dan keberkahan.

Bagaimana pilihan tindakan anda di masa lalu, menentukan seperti apa anda saat ini. Dan bagaimana anda di masa yang akan datang, baik dunia ataupun akhirat. Tergantung dari pilihan tindakan anda saat sekarang.

Jadi, apa yang anda pilih untuk menghabiskan waktu dan membangun masa depan anda?

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيۡهِمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فِيهَا وَهُمۡ فِيهَا لَا يُبۡخَسُونَ ١٥ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيۡسَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَٰطِلٞ مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 

“ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. “ (QS. Hud 15-16)

Mau ngobrol sama saya ? Follow twitter : @bonnisc  atau Like saya di Facebook

 

 

26Jul 2016

Inilah Kunci Kebahagiaan Anda

Jika anda menginginkan kebahagiaan, inilah kunci kebahagiaan anda. Anda menjadikan akhirat sebagai tujuan tertinggi dalam kehidupan ini, tapi tidak melupakan bahagian kenikmatan yang halal di dunia. Anda bekerja dan berbisnis semata untuk Allah, namun anda tidak melupakan gaji dan keuntungan yang anda perlukan untuk membangun kehidupan ini. Bahagia di dunia, bahagia pula di akhirat. Anda mau?

Saya percaya, siapapun anda, menginginkan kebahagiaan di dunia ini, betul? Anda ingin memiliki keluarga yang bahagia, pekerjaan yang sesuai keinginan anda, karir sebagaimana yang anda harapkan, penghasilan yang bisa memenuhi segala kebutuhan anda, dan segenap kebahagiaan menurut definisi anda.

Untuk itulah anda bekerja siang dan malam, setiap hari minimal 5 hari dalam seminggu. Untuk memperoleh kebahagiaan sebagaimana anda inginkan. Apakah anda mendapatkan kebahagiaan itu?

Mohon maaf saya menyangsikan kerja keras yang anda lakukan berujung pada kebahagiaan. Yang seringnya terjadi adalah beban pekerjaan yang tinggi menyebabkan stress yang tinggi pula. Persaingan di tempat kerja, atasan yang tidak menghargai pekerjaan anda, anda tidak merasa disupport oleh atasan dan seabreg permasalahan lainnya.

Apa jalan keluar yang biasanya anda tempuh untuk menghilangkan kepenatan akibat bekerja ? Yes, anda butuh berlibur. Makanya jika anda perhatikan, hari sabtu dan minggu tempat wisata penuh dengan orang-orang yang berkunjung. Apa yang mereka cari? Mereka mencari kesegaran pikiran setelah lelah seminggu bekerja. Apa dengan apa yang mereka lakukan kebahagiaan di dapatkan ? Menurut saya, mereka tidak mendapatkan kebahagiaan. Kesenangan iya didapatkan, sedangkan kebahagiaan tidak.

Dan pola itu terus berulang, bekerja keras saat work day, dan menghabiskan week end untuk mencari kesenangan. Apakah kebahagiaan didapatkan? Tidak sama sekali. Saat usia sudah lanjut dan tidak produktif lagi. Tenaga sudah berkurang. Anda sudah mau mendekati pensiun, barulah biasanya kesadaran itu muncul. Selama ini berjibaku dengan pekerjaan memang menghasilkan kekayaan dan jabatan sebagaimana yang diinginkan. Namun itu semua tidak equal dengan kebahagiaan yang didapat.

Ibarat fatamorgana di padang pasir. Banyak orang melihat dari kejauhan genangan air yang bisa menghilangkan dahaga di tengah panas padang pasir, setelah didekati itu hanya fatamorgana. Dari kejauhan anda membayangkan kerja keras yang anda lakukan untuk memperoleh uang dan jabatan bisa memberikan anda kebahagiaan. Setelah anda mencapainya kebahagiaan tidak didapatkan.

Inilah Kunci Kebahagiaan anda

Allah Swt sesungguhnya telah memberikan tuntunan kepada kita bagaimana kunci memperoleh kebahagiaan di dunia ini, sebagaimana firman-Nya :

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77)

Ternyata inilah kunci kebahagiaan itu. Allah Swt memerintahkan kepada kita untuk menjadikan akhirat, yaitu ridha Allah sebagai orientasi dari kehidupan kita. Berkeluarga untuk tujuannya mencari ridha Allah, berbisnis untuk ridha Allah, bekerja untuk ridha Allah. Dan Allah juga mengingatkan kita untuk tidak melupakan bahagian dari dunia kita. Apa yang kita peroleh di dunia ini halal dinikmati oleh kita, itulah bagian dari hak kita di dunia ini. Dan hak yang kita ambil dari kenikmatan dunia ini sesuai dengan apa yang kita butuhkan, agar bisa menjadi bekal untuk hari akhir.

Jika yang anda lakukan adalah sebaliknya. Anda mengejar kenikmatan dunia, menumpuknya, menjadikannya sebagai tujuan hidup. Anda akan melupakan tujuan hidup yang sesungguhnya yaitu memperoleh ridha Allah Swt. Anda hanya akan mendapatkan kenikmatan dunia saja tapi di akhirat termasuk orang yang merugi. Sebagaimana firman-Nya

“ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. “ (QS. Hud 15-16)

Mau ngobrol sama saya ? Follow twitter : @bonnisc  atau Like saya di Facebook

 

15Jul 2016

Apakah yang anda cari dalam hidup ini?

Apakah yang anda cari dalam hidup ini ? Setiap hari, anda bangun di pagi hari berangkat ke kantor. Bermacet-macetan di jalan, terutama anda yang beraktivitas di jakarta. Pulang sore kembali ke rumah sudah gelap. Setiap hari, 5 hari atau lebih dalam seminggu, sepanjang tahun bahkan sepanjang kehidupan anda. Apa yang anda inginkan ? kekayaan ? Jabatan ? Popularitas ? Ataukah apa ?

Saat anda mendapatkan apa yang anda inginkan. Entah kekayaan, jabatan, popularitas atau yang lainnya. Apakah anda mendapatkan kebahagiaan dengan itu semua ?

Coba anda renungkan, apa sih sebenarnya yang anda kejar dalam kehidupan ini ? Untuk apa anda menghabiskan kehidupan ? Lantas apa yang benar-benar anda inginkan dalam hidup ini ?

Pelajaran Penting dari Tewasnya Pesohor Hollywood

Hari Senin, 11 Agustus 2014, dunia dikejutkan oleh kematian seorang Komedian dan aktor Hollywood, Robin Williams, yang tewas akibat gantung diri di pintu kamar tidur di Tiburon, California Utara. Orang-orang terdekatnya menyebutkan bahwa pria 63 tahun itu baru-baru ini berjuang melawan depresi berat.

Robbin Williams merasakan depresi hebat di tengah kesuksesan dan bergelimang harta. Beliau adalah aktor Hollywood peraih piala oscar dan memiliki kekayaan yang berlimpah. Namun kesuksesan material dan pujian yang didapat tidak memberikan kebahagiaan kepadanya.

Robbin Williams bukanlah yang pertama, kejadian artis Hollywood yang depresi hingga akhirnya bunuh diri atau mengalami kematian akibat overdosis narkoba juga bukanlah peristiwa baru. Diantaranya adalah penyanyi legendaris Elvis Presley, artis seksi Marylin Monroe, vokalis Grup Band Nirvana, pemain Joker dalam film ‘Batman : The Dark Knight’ Heath Ledger, penyanyi bersuara lima oktaf Whitney Houston dan masih banyak yang lainnya. Di tengah ketenaran, pujian, kekayaan yang berlimpah. Mereka mengalami kesepian, terlibat berbagai masalah hingga akhirnya depresi dan bunuh diri.

Putuskan Apa Yang Anda Inginkan

Hidup itu adalah pilihan. Dan Anda memiliki pilihan apa yang anda cari dalam kehidupan ini.  Anda bisa memilih berjibaku dengan bisnis dan karir hanya untuk mengejar harta & kekayaan, jabatan, popularitas atau yang lainnya. Berdasarkan pengalaman orang-orang yang telah mengejarnya seumur hidup mereka, anda sudah tahu konsekuensi yang akan anda dapatkan. Ataukah anda bisa memilih berjibaku dengan bisnis dan karir, semata karena bekerja itu ibadah dan bisa menghapuskan dosa. Bekerja bisa menjadi ladang amal shalih bagi anda di hari akhir.

Manakah yang anda pilih ?

Mau ngobrol sama saya ? Follow twitter : @bonnisc  atau Like saya di Facebook

14Jul 2016

Bekerja itu Ibadah, betulkah ?

Bekerja itu ibadah, betulkah ? Setiap hari kita menghabiskan sepertiga waktu kita untuk bekerja dibandingkan dengan beribadah. Lebih lama waktu yang anda habiskan di tempat kerja daripada di tempat ibadah.

Lantas apakah kita mesti lebih memperbanyak waktu untuk beribadah dibandingkan dengan kerja agar hidup kita bernilai ibadah ? Tulisan berikut akan memperjelas kedudukan ibadah dan kerja

Kisah Umar bin Khatthab ra :

Ada 3 orang yang amat tekun beribadah di Masjid pada masa kekhalifahan Sayyidina ‘Umar, Radhiyallahu ‘Anh. Kepada orang pertama Khalifah bertanya, “Apa yang kaulakukan di sini wahai hamba Allah?”

Orang itu menjawab, “Beribadah, sebagaimana kaulihat wahai Amirul Mukminin.”

“Lalu siapa yang menanggung nafkahmu dan keluargamu?”

“Janganlah engkau mengkhawatirkanku wahai Amirul Mukminin”, ujarnya sambil tersenyum, “Kami ada dalam jaminan Dzat Yang Maha Kaya lagi Maha Pemberi.”

Maka Sayyidina ‘Umar beralih pada orang kedua dan bertanya hal yang sama.

“Aku dan saudaraku berbagi tugas”, ujar orang ini. “Dia bekerja di pasar sementara aku memperbanyak ibadah dan mendoakannya. Kami berserikat dalam hasil perniagaannya.”

Sayyidina ‘Umar tertawa dan bertitah, “Demi Allah, saudaramu itu lebih ahli ibadah dengan apa yang dikerjakannya dibanding dirimu.” Kemudian beliau beralih pada orang ketiga.

“Seperti kaulihat hai Amirul Mukminin”, katanya, “Aku beribadah di sini. Dan ada saja hamba Allah yang berbaik hati mencukupi keperluanku.”

Orang ketiga ini ditendang oleh Sayyidina ‘Umar keluar dari Masjid dan kepadanya diberikan tongkat beserta alat. “Demi Allah”, bentak beliau, “Berkeringat untuk bekerja dan merasakan lelahnya itu jauh lebih baik daripada engkau duduk di rumah Allah tapi hatimu berharap pada pemberian manusia.”

Bekerja itu Ibadah

Apa yang bisa anda simpulkan dari cerita tadi ?  Yes !! Bekerja itu ibadah. Bahkan orang yang bekerja lebih utama daripada orang yang beribadah tapi berharap pemberian orang lain untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

So, mulai dari sekarang, tidak perlu mendikotomikan antara ibadah dan kerja, antara ritual dan material. Jika semua dilakukan untuk Allah, maka bernilai pahala di sisi Allah.

 

 

Mau ngobrol sama saya ? Follow twitter : @bonnisc  atau Like saya di Facebook